Himpuh Gelar Pameran Wisata Umrah dan Haji
JAKARTA (SINDO) – Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) akan mengundang sekurangnya 75 hotel, agen perjalanan, maskapai penerbangan, dan badan pariwisata negara-negara Timur Tengah (Timteng) ke Indonesia.
Mereka akan mengikuti pameran perjalanan umrah dan haji yang dikemas dalam acara The 2ndUmrah, Hajj, & Tourism International Fair 2011pada 7–8 Februari di Hotel Grand Melia. “Kami berharap terjadi banyak kontrak kerja sama antara anggota Himpuh dengan para pemangku kegiatan wisata bagi kaum muslim yang merupakan paket perjalanan umrah dan haji,” kata Ketua Umum Himpuh H Baluki Ahmad di Jakarta kemarin. Menurut Baluki, setelah terjalin kontrak, para anggota Himpuh bisa menawarkan paket wisata rohani dalam bentuk umrah, haji maupun kunjungan ke sejumlah negara Islam. Selain Arab Saudi, juga ada Yordania dan Palestina.
“Sebetulnya Mesir juga, tapi saat ini sedang tidak memungkinkan kita kunjungi,” kata Baluki. Wakil Sekjen Himpuh Muhammad Hasan menambahkan, tahun ini Himpuh menargetkan bisa memberangkatkan sekurangnya 200.000 orang, lebih banyak dari 2009 yang mencapai 175.000 orang. “Per paket perjalanan ratarata USD1.500 hingga USD3.000 per orang,” kata Hasan. Saat ini, anggota Himpuh mencapai 217 agen yang juga anggota Asita.
Disinggung perihal berapa banyak rata-rata anggota Himpuh dapat menggaet wisatawan rohani tersebut, Hasan menyebutkan bervariasi. (andi setiawan)
Cheria Wisata menawarkan Paket Wisata Tour untuk ke luar negeri, seperti: Korea Selatan, Jepang, Hongkong, dan Turki. Kita akan melayani Anda, dan keluarga Anda untuk sebaik mungkin. Dan kami juga sudah berpengalaman untuk Paket Wisata Tour ini. Jadi Anda tidak perlu mengkhawatirkan lagi karena kami Cheria Wisata menjamin Anda, yg pasti akan memuaskan dan mengesankan. Kami berlokasi di Mampang, Jakarta Selatan.
Sabtu, 05 Februari 2011
Jumat, 04 Februari 2011
Jamaah Penderita Gangguan Jiwa Meningkat
Sebanyak empat belas orang jamaah haji tercatat mengalami psikosis atau gangguan jiwa saat melakukan ibadah haji di tanah suci Mekah.
Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes RI, Taufik Tjahjadi mengatakan pihaknya sulit melakukan pencegahan karena tidak ada sumber informasi memberitahukan bahwa calon jamaah haji mengalami gangguan jiwa.
"Dalam pemeriksaan mereka ditanya riwayat penyakit, tidak ada yang mengaku pernah gila," kata Taufik saat memberikan keterangan persnya kantor Kemenkes Jakarta, Jumat (4/2/2011).
Taufik mengatakan ada peningkatan jamaah haji yang mengalami gangguan jiwa dari tahun ke tahun. Jamaah haji tersebut tidak sedikit yang menganut keyakinan tertentu membawa barang 'jimat' ke Arab Saudi.
"Dari tahun ke tahun ada, tidak ada tahun tanpa pisikosis, masalahnya ada yang menganut paham-paham tertentu artinya ada sesuatu ada barang yang di bawa," tambahnya.
Untuk pencegahaan pihaknya akan memperkuat pengawasan ditingkat Puskemas dengan melakukan berbagai tes yang dapat diketahui hasilnya secara cepat. Pihaknya saat ini tengah merancang rangkaian tes yang dapat mengantisipasi lolosnya jamaah haji yang mengalami gangguan jiwa.
"Ada semacam tes untuk mngetahui kesehatan kejiwaannya. Tes cepat bisa memberikan sedikit bahwa ini bisa diantipasi," katanya.
Pusat kesehatan haji kementrian haji RI mencatat total jamaah haji yang meninggal saat di Arab Saudi, Embarkasi dan Debarkasi sebanyak 442 jiwa
Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes RI, Taufik Tjahjadi mengatakan pihaknya sulit melakukan pencegahan karena tidak ada sumber informasi memberitahukan bahwa calon jamaah haji mengalami gangguan jiwa.
"Dalam pemeriksaan mereka ditanya riwayat penyakit, tidak ada yang mengaku pernah gila," kata Taufik saat memberikan keterangan persnya kantor Kemenkes Jakarta, Jumat (4/2/2011).
Taufik mengatakan ada peningkatan jamaah haji yang mengalami gangguan jiwa dari tahun ke tahun. Jamaah haji tersebut tidak sedikit yang menganut keyakinan tertentu membawa barang 'jimat' ke Arab Saudi.
"Dari tahun ke tahun ada, tidak ada tahun tanpa pisikosis, masalahnya ada yang menganut paham-paham tertentu artinya ada sesuatu ada barang yang di bawa," tambahnya.
Untuk pencegahaan pihaknya akan memperkuat pengawasan ditingkat Puskemas dengan melakukan berbagai tes yang dapat diketahui hasilnya secara cepat. Pihaknya saat ini tengah merancang rangkaian tes yang dapat mengantisipasi lolosnya jamaah haji yang mengalami gangguan jiwa.
"Ada semacam tes untuk mngetahui kesehatan kejiwaannya. Tes cepat bisa memberikan sedikit bahwa ini bisa diantipasi," katanya.
Pusat kesehatan haji kementrian haji RI mencatat total jamaah haji yang meninggal saat di Arab Saudi, Embarkasi dan Debarkasi sebanyak 442 jiwa
Haji dan Umroh Butuh Dana Rp 15 T
JAKARTA - Penyelenggaraan ibadah haji dan umrah setiap tahunnya memakan dana hampir sebanyak Rp 15 triliun, karenanya penyelenggaraannya harus banyak memberikan kemaslahatan masyarakat.
Demikian diungkapkan oleh Deputi Menko Kesra Agus Hartono saat membuka Garuda Indonesia International Islamic Expo 2011 di Jakarta, Jumat (4/2/2011).
"Penyelenggaraan haji dan umrah sudah seharusnya memberikan kemaslahatan bagi masyarakat," kata Agus.
Setiap tahunnya, penyelenggaraan haji melibatkan sebanyak lebih dari 200 ribu jamaah, sedangkan untuk umrah tidak kurang dari 160 ribu jamaah. Penyelenggaraan ini juga melibatkan ribuan perusahaan, baik penyelenggara perjalanan maupun pendukungnya.
Agus juga meminta agar perusahaan penyelenggara perjalanan haji dan umrah untuk bersaing secara sehat dengan perusahaan-perusahaan lain, sehingga tetap mengedepankan layanan yang baik.
"Momen ini juga melibatkan banyak tenaga kerja, diharapkan bisa terus menyerap tenaga kerja," ujarnya.
Demikian diungkapkan oleh Deputi Menko Kesra Agus Hartono saat membuka Garuda Indonesia International Islamic Expo 2011 di Jakarta, Jumat (4/2/2011).
"Penyelenggaraan haji dan umrah sudah seharusnya memberikan kemaslahatan bagi masyarakat," kata Agus.
Setiap tahunnya, penyelenggaraan haji melibatkan sebanyak lebih dari 200 ribu jamaah, sedangkan untuk umrah tidak kurang dari 160 ribu jamaah. Penyelenggaraan ini juga melibatkan ribuan perusahaan, baik penyelenggara perjalanan maupun pendukungnya.
Agus juga meminta agar perusahaan penyelenggara perjalanan haji dan umrah untuk bersaing secara sehat dengan perusahaan-perusahaan lain, sehingga tetap mengedepankan layanan yang baik.
"Momen ini juga melibatkan banyak tenaga kerja, diharapkan bisa terus menyerap tenaga kerja," ujarnya.
Kamis, 03 Februari 2011
Tata Kelola Pelayanan Haji Perlu Ditingkatkan
DPR mendukung langkah pemerintah mengajukan penambahan kuota jamaah haji Indonesia.Namun,tata kelola penyelenggaraan haji juga perlu terus ditingkatkan,terutama dari sisi pelayanan jamaah.
Anggota Komisi VIII Jazuli Juwaini mengatakan, sejauh ini pengelolaan ibadah haji oleh pemerintah cukup baik, tapi masih perlu perbaikan pelayanan.Apalagi jika penambahan kuota sebesar 17.000 jamaah dipenuhi Pemerintah Arab Saudi. ”Penambahan kuota tidak serta-merta kita yang menambah. Itu merupakan kewenangan Pemerintah Arab Saudi. Kita apresiasi kerja keras pemerintah, tapi kita minta peningkatan pelayanan,” ujarnya saat dihubungi SINDOtadi malam.
Menurut Jazuli,perbaikan pelayanan yang dimaksud meliputi pemondokan sebisa mungkin berada di Ring I atau sekitar 2.000 meter dari Masjidilharam sampai 100%. Selanjutnya perbaikan pelayanan katering yang dianggap masih menimbulkan masalah. Menurut Jazuli, pemerintah harus tegas dan selektif dalam memilih perusahaan katering bagi jamaah haji sehingga peristiwa seperti di Madinah beberapa tahun lalu tidak terulang kembali.
”Harus lebih selektif, masakannya bagaimana dan sebagainya,”ucapnya. Selain itu, perlu perjanjian yang lebih detil dengan Pemerintah Arab Saudi terkait fasilitas yang akan diberikan termasuk pelayanan dalam maskapai penerbangan. Anggota Fraksi PKS ini mengatakan,pelayanan keberangkatan oleh maskapai penerbangan perlu dilakukan secara terbuka melalui mekanisme tender. Dia mengakui, peningkatan pelayanan bagi jamaah haji dapat berdampak pada Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).
Meski demikian, hal itu dapat dibicarakan dalam Panitia Kerja (Panja) DPR. ”Secara prinsip selama peningkatan itu untuk kepentingan jamaah haji,itu yang kita inginkan. Selama tidak memberatkan jamaah,” ucapnya. Sementara itu, Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan, untuk musim haji tahun ini, pemerintah sedang mengupayakan penambahan kuota sebanyak 17.000.
“Kami akan mengajukan tambahan kepada Pemerintah Arab Saudi dengan harapan minimum 17.000 bisa dipenuhi tambahannya, minimum,”ujar Suryadharma sebelum menghadiri sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Rabu (2/2). Bila kuota 17.000 ini dikabulkan Pemerintah Arab Saudi,kuota haji Indonesia akan mencapai 238.000 jamaah. Jumlah ini setara mendekati jumlah ideal yang perbandingannya adalah seperseribu dari jumlah penduduk.
“238.000 itu sudah setara dengan aturan jumlah penduduk suatu negara yang satu per seribu. (jumlah penduduk).Kita kan 237,8 juta kita bulatkan menjadi 238 juta, jadi itu memang layaknya 238.000. Dengan demikian, kita harapkan minimum ada pertambahan 17 ribu,”ujarnya. Ketua Umum PPP tersebut berharap penambahan kuota untuk musim haji tahun besar bisa melebihi dari target pemerintah.
Dengan demikian, antrean daftar calon haji Indonesia bisa diperpendek. Sebagai catatan, karena minimnya kuota,calon haji Indonesia harus menunggu hingga 10 tahun untuk dapat menunaikan ibadah haji. “Pada provinsi-provinsi tertentu yang 11 tahun, 10 tahun,dan Sembilan tahun bisa kita perpendek gitu,”ungkapnya. Dia menambahkan, pihaknya akan mengajukan penambahan kuota ini pada Februari atau Maret mendatang sehingga pada kepastiannya bisa diperoleh secepat mungkin.
Namun, dia belum bisa merinci dari kuota tambahan 17.000 yang sedang diusulkan ini berapakah pembagian jumlah kuota haji reguler dan khusus.Tahun lalu Indonesia mendapat tambahan kuota 10.000 dan dari jumlah sebanyak itu didistribusikan 3.500 untuk haji reguler dan sisanya atau 6.500 untuk haji khusus.
Anggota Komisi VIII Jazuli Juwaini mengatakan, sejauh ini pengelolaan ibadah haji oleh pemerintah cukup baik, tapi masih perlu perbaikan pelayanan.Apalagi jika penambahan kuota sebesar 17.000 jamaah dipenuhi Pemerintah Arab Saudi. ”Penambahan kuota tidak serta-merta kita yang menambah. Itu merupakan kewenangan Pemerintah Arab Saudi. Kita apresiasi kerja keras pemerintah, tapi kita minta peningkatan pelayanan,” ujarnya saat dihubungi SINDOtadi malam.
Menurut Jazuli,perbaikan pelayanan yang dimaksud meliputi pemondokan sebisa mungkin berada di Ring I atau sekitar 2.000 meter dari Masjidilharam sampai 100%. Selanjutnya perbaikan pelayanan katering yang dianggap masih menimbulkan masalah. Menurut Jazuli, pemerintah harus tegas dan selektif dalam memilih perusahaan katering bagi jamaah haji sehingga peristiwa seperti di Madinah beberapa tahun lalu tidak terulang kembali.
”Harus lebih selektif, masakannya bagaimana dan sebagainya,”ucapnya. Selain itu, perlu perjanjian yang lebih detil dengan Pemerintah Arab Saudi terkait fasilitas yang akan diberikan termasuk pelayanan dalam maskapai penerbangan. Anggota Fraksi PKS ini mengatakan,pelayanan keberangkatan oleh maskapai penerbangan perlu dilakukan secara terbuka melalui mekanisme tender. Dia mengakui, peningkatan pelayanan bagi jamaah haji dapat berdampak pada Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).
Meski demikian, hal itu dapat dibicarakan dalam Panitia Kerja (Panja) DPR. ”Secara prinsip selama peningkatan itu untuk kepentingan jamaah haji,itu yang kita inginkan. Selama tidak memberatkan jamaah,” ucapnya. Sementara itu, Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan, untuk musim haji tahun ini, pemerintah sedang mengupayakan penambahan kuota sebanyak 17.000.
“Kami akan mengajukan tambahan kepada Pemerintah Arab Saudi dengan harapan minimum 17.000 bisa dipenuhi tambahannya, minimum,”ujar Suryadharma sebelum menghadiri sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Rabu (2/2). Bila kuota 17.000 ini dikabulkan Pemerintah Arab Saudi,kuota haji Indonesia akan mencapai 238.000 jamaah. Jumlah ini setara mendekati jumlah ideal yang perbandingannya adalah seperseribu dari jumlah penduduk.
“238.000 itu sudah setara dengan aturan jumlah penduduk suatu negara yang satu per seribu. (jumlah penduduk).Kita kan 237,8 juta kita bulatkan menjadi 238 juta, jadi itu memang layaknya 238.000. Dengan demikian, kita harapkan minimum ada pertambahan 17 ribu,”ujarnya. Ketua Umum PPP tersebut berharap penambahan kuota untuk musim haji tahun besar bisa melebihi dari target pemerintah.
Dengan demikian, antrean daftar calon haji Indonesia bisa diperpendek. Sebagai catatan, karena minimnya kuota,calon haji Indonesia harus menunggu hingga 10 tahun untuk dapat menunaikan ibadah haji. “Pada provinsi-provinsi tertentu yang 11 tahun, 10 tahun,dan Sembilan tahun bisa kita perpendek gitu,”ungkapnya. Dia menambahkan, pihaknya akan mengajukan penambahan kuota ini pada Februari atau Maret mendatang sehingga pada kepastiannya bisa diperoleh secepat mungkin.
Namun, dia belum bisa merinci dari kuota tambahan 17.000 yang sedang diusulkan ini berapakah pembagian jumlah kuota haji reguler dan khusus.Tahun lalu Indonesia mendapat tambahan kuota 10.000 dan dari jumlah sebanyak itu didistribusikan 3.500 untuk haji reguler dan sisanya atau 6.500 untuk haji khusus.
Senin, 31 Januari 2011
Yogyakarta Harapkan Tambahan Kuota Haji
Yogyakarta Harapkan Tambahan Kuota Haji 10 Persen
Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta berharap pemerintah pusat dapat merealisasikan target penambahan kuota haji 2011 sebanyak 17.000 orang sehingga kuota untuk daerah ini dapat ditambah 10 persen. "Daftar tunggu haji untuk Kota Yogyakarta sudah penuh hingga 2017. Jadi, apabila rencana itu bisa direalisasikan, akan membantu mempercepat pemberangkatan calon haji," kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta Nurudin di Yogyakarta, Senin.
Kuota haji untuk Provinsi DIY ditetapkan sebanyak 3.068 orang/tahun, sehingga diperkirakan sudah ada lebih dari 18.000 orang jemaah haji yang menempati daftar tunggu.
Jumlah kuota haji untuk provinsi tersebut kemudian dibagi di setiap kota atau kabupaten, sehingga tidak dapat ditetapkan secara pasti jumlah pertahunnya karena menyesuaikan kondisi di setiap wilayah. "Tetapi biasanya ada sekitar 500 jemaah dari Kota Yogyakarta yang diberangkatkan setiap tahunnya," katanya.
Ia mencontohkan dalam pemberangkatan jemaah haji 2010 terdapat sejumlah kursi kosong yang diisi oleh jamaah haji yang masuk daftar tunggu 2011. "Tetapi, tidak semua jemaah haji yang masuk daftar tunggu 2011 bersedia diberangkatkan lebih awal, karena belum siap, misalnya belum mengikuti manasik haji atau sebab lainnya," katanya.
Ia berharap penambahan kuota jemaah haji tersebut juga diikuti dengan penambahan fasilitas, seperti luas lokasi pondokan. "Jika tidak ditambah maka akan sesak sehingga bisa mengganggu jemaah saat menjalankan ibadah," katanya.
Kementerian Agama Republik Indonesia sebelumnya mengatakan, upaya untuk menambah kuota haji tersebut disebabkan daftar tunggu haji di Indonesia telah mencapai empat hingga 10 tahun, dengan jumlah total sekitar 1,2 juta orang calon haji.
Penambahan kuota haji tersebut rencananya juga akan diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan haji, di antaranya menambah jumlah penginapan di ring satu.
"Pada 2009, jumlah penginapan di ring satu hanya 27 persen, dan pada 2010 meningkat menjadi 63 persen," katanya.
Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta berharap pemerintah pusat dapat merealisasikan target penambahan kuota haji 2011 sebanyak 17.000 orang sehingga kuota untuk daerah ini dapat ditambah 10 persen. "Daftar tunggu haji untuk Kota Yogyakarta sudah penuh hingga 2017. Jadi, apabila rencana itu bisa direalisasikan, akan membantu mempercepat pemberangkatan calon haji," kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta Nurudin di Yogyakarta, Senin.
Kuota haji untuk Provinsi DIY ditetapkan sebanyak 3.068 orang/tahun, sehingga diperkirakan sudah ada lebih dari 18.000 orang jemaah haji yang menempati daftar tunggu.
Jumlah kuota haji untuk provinsi tersebut kemudian dibagi di setiap kota atau kabupaten, sehingga tidak dapat ditetapkan secara pasti jumlah pertahunnya karena menyesuaikan kondisi di setiap wilayah. "Tetapi biasanya ada sekitar 500 jemaah dari Kota Yogyakarta yang diberangkatkan setiap tahunnya," katanya.
Ia mencontohkan dalam pemberangkatan jemaah haji 2010 terdapat sejumlah kursi kosong yang diisi oleh jamaah haji yang masuk daftar tunggu 2011. "Tetapi, tidak semua jemaah haji yang masuk daftar tunggu 2011 bersedia diberangkatkan lebih awal, karena belum siap, misalnya belum mengikuti manasik haji atau sebab lainnya," katanya.
Ia berharap penambahan kuota jemaah haji tersebut juga diikuti dengan penambahan fasilitas, seperti luas lokasi pondokan. "Jika tidak ditambah maka akan sesak sehingga bisa mengganggu jemaah saat menjalankan ibadah," katanya.
Kementerian Agama Republik Indonesia sebelumnya mengatakan, upaya untuk menambah kuota haji tersebut disebabkan daftar tunggu haji di Indonesia telah mencapai empat hingga 10 tahun, dengan jumlah total sekitar 1,2 juta orang calon haji.
Penambahan kuota haji tersebut rencananya juga akan diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan haji, di antaranya menambah jumlah penginapan di ring satu.
"Pada 2009, jumlah penginapan di ring satu hanya 27 persen, dan pada 2010 meningkat menjadi 63 persen," katanya.
Indonesia Ajukan Penambahan 17 Ribu Kuota Haji
RI Ajukan Penambahan 17 Ribu Kuota Haji ke Saudi
Kementerian Agama mengajukan penambahan 17 ribu kuota jemaah haji Indonesia pada 2011 kepada Pemerintah Arab Saudi sebagai upaya mengurangi panjangnya daftar tunggu bagi masyarakat yang hendak berhaji. "Saat ini daftar tunggu jemaah haji Indonesia sudah mencapai 4-10 tahun yang berjumlah 1,2 juta jemaah sehingga pemerintah mengajukan penambahan kuota pada 2011," kata Menteri Agama, Suryadharma Ali, di Bukitinggi, Sumatera Barat, usai menghadiri acara temu ulama Nahdlatul Ulama.
Dikatakannya, untuk mengatasi lamanya antrian dan banyaknya jumlah masyarakat yang masuk daftar tunggu haji, tidak ada upaya lain selain meminta penambahan kuota. "Pada tahun 2010 jumlah jemaah haji Indonesia mencapai 221 ribu orang dan pada 2011 ditargetkan penambahan kuota sebanyak 17 ribu jemaah," lanjut dia.
Menurut dia, jika penambahan tersebut direalisasikan maka daerah-daerah yang daftar tunggu jemaah hajinya mencapai 4-10 tahun bisa diperpendek seperti di Sulawesi Selatan, Aceh dan Kalimantan Selatan. "Sementara untuk besaran ongkos naik haji (ONH) pemerintah belum punya rencana untuk menurunkannya," lanjut dia.
Ia mengatakan, Kemenag akan meningkatkan kualitas pelayanan haji dengan menambah jumlah penginapan di ring satu. Disebutkan, pada tahun 2009 jumlah penginapan di ring satu hanya 27 persen, dan pada 2010 dtingkatkan menjadi 63 persen. "Ditargetkan pada 2011 penginapan jemaah di ring satu akan ditambah menjadi 80 persen," kata dia.
Konsekuensinya lanjut dia, akan meningkatkan dana optimalisasi pelayanan serta akan semakin mengurangi jumlah penginapan yang berada di ring dua. (Ant)
Kementerian Agama mengajukan penambahan 17 ribu kuota jemaah haji Indonesia pada 2011 kepada Pemerintah Arab Saudi sebagai upaya mengurangi panjangnya daftar tunggu bagi masyarakat yang hendak berhaji. "Saat ini daftar tunggu jemaah haji Indonesia sudah mencapai 4-10 tahun yang berjumlah 1,2 juta jemaah sehingga pemerintah mengajukan penambahan kuota pada 2011," kata Menteri Agama, Suryadharma Ali, di Bukitinggi, Sumatera Barat, usai menghadiri acara temu ulama Nahdlatul Ulama.
Dikatakannya, untuk mengatasi lamanya antrian dan banyaknya jumlah masyarakat yang masuk daftar tunggu haji, tidak ada upaya lain selain meminta penambahan kuota. "Pada tahun 2010 jumlah jemaah haji Indonesia mencapai 221 ribu orang dan pada 2011 ditargetkan penambahan kuota sebanyak 17 ribu jemaah," lanjut dia.
Menurut dia, jika penambahan tersebut direalisasikan maka daerah-daerah yang daftar tunggu jemaah hajinya mencapai 4-10 tahun bisa diperpendek seperti di Sulawesi Selatan, Aceh dan Kalimantan Selatan. "Sementara untuk besaran ongkos naik haji (ONH) pemerintah belum punya rencana untuk menurunkannya," lanjut dia.
Ia mengatakan, Kemenag akan meningkatkan kualitas pelayanan haji dengan menambah jumlah penginapan di ring satu. Disebutkan, pada tahun 2009 jumlah penginapan di ring satu hanya 27 persen, dan pada 2010 dtingkatkan menjadi 63 persen. "Ditargetkan pada 2011 penginapan jemaah di ring satu akan ditambah menjadi 80 persen," kata dia.
Konsekuensinya lanjut dia, akan meningkatkan dana optimalisasi pelayanan serta akan semakin mengurangi jumlah penginapan yang berada di ring dua. (Ant)
Tahun 2011 Calhaj Indonesia Gunakan Seragam Batik
Mulai 2011, Calhaj Indonesia Gunakan Seragam Batik
REPUBLIKA.CO.ID,BUKITTINGGI - Calon jemaah haji Indonesia yang akan menunaikan ibadah ke tanah suci akan menggunakan seragam batik mulai tahun 2011 menggantikan seragam lama yang semula berwarna biru.
"Kementerian Agama merubah seragam jemaah haji menjadi batik sebagai ciri khas budaya dan wujud menjunjung tinggi batik sebagai warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia," kata kata Menteri Agama, Suryadharma Ali.
Suryadharma mengatakan bahwa masyarakat harus menjunjung tinggi budaya Indonesia dan merupakan suatu kebanggaan bagi jemaah haji saat berada di tanah suci menggunakan batik. "Penggunaan seragam batik juga akan lebih memudahkan identifikasi jemaah serta menghidupkan industri batik yang banyak diproduksi oleh usaha kecil menengah," lanjut dia.
Selain pakaian seragam, lanjut dia, juga disiapakan mukenah, sajadah, dan payung untuk jemaah haji dengan motif batik. "Untuk kebutuhan tersebut akan diproduksi minimal sebanyak 700 ribu helai pakaian batik mengingat jumlah jemaah haji mencapai 250 ribu dan satu orangnya membutuhkan minimal sebanyak dua helai dan lebihnya sebagai cadangan," lanjut dia.
Dikatakan, pada musim haji 2011 program ini sudah terealisasi, dan Kemenag juga mengupayakan agar jemaah haji Indonesia bisa menggunakan kain ihram produksi dalam negeri. "Saat ini jemaah masih menggunakan kain ihram asal Cina karena buatan Indonesia masih mahal dari segi harga," lanjut dia.
Namun , kata dia, Kemenag akan upayakan kain ihram buatan Indonesia bisa bersaing secara harga dengan produksi China sehingga bisa digunakan oleh jemaah haji pada 2011.
REPUBLIKA.CO.ID,BUKITTINGGI - Calon jemaah haji Indonesia yang akan menunaikan ibadah ke tanah suci akan menggunakan seragam batik mulai tahun 2011 menggantikan seragam lama yang semula berwarna biru.
"Kementerian Agama merubah seragam jemaah haji menjadi batik sebagai ciri khas budaya dan wujud menjunjung tinggi batik sebagai warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia," kata kata Menteri Agama, Suryadharma Ali.
Suryadharma mengatakan bahwa masyarakat harus menjunjung tinggi budaya Indonesia dan merupakan suatu kebanggaan bagi jemaah haji saat berada di tanah suci menggunakan batik. "Penggunaan seragam batik juga akan lebih memudahkan identifikasi jemaah serta menghidupkan industri batik yang banyak diproduksi oleh usaha kecil menengah," lanjut dia.
Selain pakaian seragam, lanjut dia, juga disiapakan mukenah, sajadah, dan payung untuk jemaah haji dengan motif batik. "Untuk kebutuhan tersebut akan diproduksi minimal sebanyak 700 ribu helai pakaian batik mengingat jumlah jemaah haji mencapai 250 ribu dan satu orangnya membutuhkan minimal sebanyak dua helai dan lebihnya sebagai cadangan," lanjut dia.
Dikatakan, pada musim haji 2011 program ini sudah terealisasi, dan Kemenag juga mengupayakan agar jemaah haji Indonesia bisa menggunakan kain ihram produksi dalam negeri. "Saat ini jemaah masih menggunakan kain ihram asal Cina karena buatan Indonesia masih mahal dari segi harga," lanjut dia.
Namun , kata dia, Kemenag akan upayakan kain ihram buatan Indonesia bisa bersaing secara harga dengan produksi China sehingga bisa digunakan oleh jemaah haji pada 2011.
Langganan:
Postingan (Atom)