Krisis politik di Mesir membuat agen biro perjalanan wisata dan umrah terpaksa membatalkan jadwal perjalanan ke negara tersebut. Namun secara umum, krisis Mesir tak mengganggu bisnis umrah dan wisata di Indonesia.
"Mesirkan hanya salah satu tujuan wisata saja. Jadi apa yang terjadi di Mesir tidak berpengaruh besar," kata Ketua Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh), Baluki Ahmad.
Hal tersebut disampaikan Baluki di sela-sela acara "‘The 2nd Umrah, Hajj, & Tourism International Fair 2011" di Hotel Grand Melia, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (7/2/2011).
Baluki mengakui ada sejumlah rencana perjalanan ke Mesir yang sudah terjadwal terpaksa dibatalkan. Namun hal itu tak menimbulkan persoalan yang berarti. "Kita alihkan ke Yordan, Turki, dan sebagainya. Para peserta tidak masalah," ujar Baluki.
Menyinggung ‘The 2nd Umrah, Hajj, & Tourism International Fair 2011 pada 7-8 Februari 2011, Baluki menjelaskan acara ini diikuti 75 pemangku kegiatan perjalanan rohani muslim di negara-negara Islam seperti Arab Saudi, Yordania, Turki, Abudabi, Maroko, Palestina, dan lain-lain.
Menurutnya, para pemangku kegiatan perjalanan rohani muslim adalah kalangan perhotelan, maskapai penerbangan, Biro atau Badan Wisata, agen perjalanan lokal, dan sebagainya. Biasanya, perjalanan rohani muslim dikaitkan dengan ibadah umrah dan haji dilanjutkan wisata ke tempat-tempat bersejarah di negara-negara Islam selain Arab Saudi.
"Sebenarnya Mesir juga menjadi tujuan wisata rohani, tapi untuk sementara tidak memungkinkan karena situasi dalam negeri itu sedang bergejolak," ungkap Baluki.
Dari pameran ini Baluki berharap terjadi kontrak kerjasama B to B antara agen perjalanan umrah dan haji di Indonesia, khususnya anggota Himpuh dengan peserta pameran untuk menyelenggarakan perjalanan rohani muslim.
"Setelah itu barulah agen perjalanan di Indonesia dapat menjual atau menawarkan paket perjalanan rohani muslim ke masyarakat di seluruh penjuru Indonesia," kata Baluki.
Saat ini jumlah anggota Himpuh sebanyak 217 agen perjalanan. Untuk tahun 2011, Himpuh menargetkan bisa memberangkatkan 200.000 orang, baik umrah maupun haji. Tahun 2009, agen perjalanan anggota Himpuh berhasil memberangkatkan 175.000 orang. Per paket perjalanan biayanya antara US$ 1.500 hingga US$ 3.000 per orang.
"Khusus musim haji tahun lalu, pemerintah Indonesia memberikan jatah atau kuota bagi agen perjalanan Indonesia sebanyak 23.500 orang. Agen-agen itulah yang menyelenggarakan Ongkos Naik Haji (ONH) Plus," tutupnya.
Cheria Wisata menawarkan Paket Wisata Tour untuk ke luar negeri, seperti: Korea Selatan, Jepang, Hongkong, dan Turki. Kita akan melayani Anda, dan keluarga Anda untuk sebaik mungkin. Dan kami juga sudah berpengalaman untuk Paket Wisata Tour ini. Jadi Anda tidak perlu mengkhawatirkan lagi karena kami Cheria Wisata menjamin Anda, yg pasti akan memuaskan dan mengesankan. Kami berlokasi di Mampang, Jakarta Selatan.
Senin, 07 Februari 2011
Minggu, 06 Februari 2011
Animo Masyarakat untuk Pergi Umrah Meningkat
Animo masyarakat Indonesia untuk menunaikan ibadah umrah tahun ini diperkirakan meningkat menjadi 200 ribu orang, dibanding tahun 2010 sebanyak 160 ribu orang.
"Masyarakat berumrah paling tidak bisa mengenal lebih dekat (tanah suci), khususnya bagi yang ingin berhaji karena waiting list (daftar tunggu) jemaah haji semakin tinggi," ujar Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Umrah dan Haji Republik Indonesia (AMPHURI) Fuad Hasan Masyhur di sela pameran Garuda International Islamic Expo ke-6, Minggu (6/2).
Pada pameran yang dibuka Deputi Menko Kesra Agus Sartono didampingi Dirut PT Garuda Indonesia Tbk, Emirsyah Satar, itu Amphuri mengatakan, semakin banyak perusahaan-perusahaan baik berbagai sektor seperti perbankan yang memberi hadiah kepada pemenang berupa hadiah umrah.
"Kami perkirakan tahun ini jemaah umrah mencapai 200 ribu," kata pengusaha haji dan umrah ini.
Sementara sebelumnya Emirsyah Satar menyatakan, pihaknya menargetkan pertumbuhan penumpang umrah tahun 2011 ini tumbuh sedikitnya 20%n. "Minimal ada pertumbuhan 20 persen dari 90 ribu pada tahun 2010 menjadi 110ribu penumpang jamaah umroh tahun 2011 ini," katanya.
Emirsyah menyebut, trafik penumpang Indonesia-Timur Tengah per tahun sekitar 1,4 juta orang, dan dari jumlah itu didominasi oleh pasar Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan umrah ke Tanah Suci Mekkah serta pariwisata.
"Kami berkomitmen untuk pasar umrah ini akan terus meningkatkan layanan. Untuk tahun ini, pesawatnya akan kami ganti dari B747-400 ke pesawat baru B777-300ER," katanya.
Emirsyah juga menegaskan, pihaknya optimistis mampu meningkatkan pangsa pasar umrah dan pariwisata Islami ke Timur Tengah.
"Melalui komitmen dan dukungan pameran semacam ini, kami berharap pasar long weekend tak hanya wisata biasa ke sejumlah kota di Asia, tetapi juga umrah juga. Saya melihat ada tren ke situ (umrah weekend)," katanya.
Oleh karena itu, Emirsyah tidak menafikan, persaingan angkutan udara di jalur ini makin ketat. "Kompetisi itu baik karena ujungnya adalah optimalisasi pelayanan kepada penumpang," katanya.
Sementara itu, terkait dengan pelaksanaan expo yang berlangsung pada 4-6 Februari 2011 itu, Emirsyah mengatakan, pihaknya menargetkan penjualan Rp20 miliar. (Ant/OL-3)
"Masyarakat berumrah paling tidak bisa mengenal lebih dekat (tanah suci), khususnya bagi yang ingin berhaji karena waiting list (daftar tunggu) jemaah haji semakin tinggi," ujar Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Umrah dan Haji Republik Indonesia (AMPHURI) Fuad Hasan Masyhur di sela pameran Garuda International Islamic Expo ke-6, Minggu (6/2).
Pada pameran yang dibuka Deputi Menko Kesra Agus Sartono didampingi Dirut PT Garuda Indonesia Tbk, Emirsyah Satar, itu Amphuri mengatakan, semakin banyak perusahaan-perusahaan baik berbagai sektor seperti perbankan yang memberi hadiah kepada pemenang berupa hadiah umrah.
"Kami perkirakan tahun ini jemaah umrah mencapai 200 ribu," kata pengusaha haji dan umrah ini.
Sementara sebelumnya Emirsyah Satar menyatakan, pihaknya menargetkan pertumbuhan penumpang umrah tahun 2011 ini tumbuh sedikitnya 20%n. "Minimal ada pertumbuhan 20 persen dari 90 ribu pada tahun 2010 menjadi 110ribu penumpang jamaah umroh tahun 2011 ini," katanya.
Emirsyah menyebut, trafik penumpang Indonesia-Timur Tengah per tahun sekitar 1,4 juta orang, dan dari jumlah itu didominasi oleh pasar Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan umrah ke Tanah Suci Mekkah serta pariwisata.
"Kami berkomitmen untuk pasar umrah ini akan terus meningkatkan layanan. Untuk tahun ini, pesawatnya akan kami ganti dari B747-400 ke pesawat baru B777-300ER," katanya.
Emirsyah juga menegaskan, pihaknya optimistis mampu meningkatkan pangsa pasar umrah dan pariwisata Islami ke Timur Tengah.
"Melalui komitmen dan dukungan pameran semacam ini, kami berharap pasar long weekend tak hanya wisata biasa ke sejumlah kota di Asia, tetapi juga umrah juga. Saya melihat ada tren ke situ (umrah weekend)," katanya.
Oleh karena itu, Emirsyah tidak menafikan, persaingan angkutan udara di jalur ini makin ketat. "Kompetisi itu baik karena ujungnya adalah optimalisasi pelayanan kepada penumpang," katanya.
Sementara itu, terkait dengan pelaksanaan expo yang berlangsung pada 4-6 Februari 2011 itu, Emirsyah mengatakan, pihaknya menargetkan penjualan Rp20 miliar. (Ant/OL-3)
200 Ribu Jamaah Berangkat Umroh Tahun 2011
Jakarta (ANTARA News) - Animo masyarakat untuk menunaikan ibadah umroh tahun ini diperkirakan meningkat menjadi 200 ribu orang, dibanding 160 ribu orang pada 2010, kata Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Umrah dan Haji Republik Indonesia (AMPHURI) Fuad Hasan Masyhur di Jakarta, Minggu.
"Masyarakat berumrah paling tidak bisa mengenal lebih dekat (tanah suci), khususnya bagi yang ingin berhaji karena waiting list (daftar tunggu) jemaah haji semakin tinggi," ujar Fuad Hasan pada pameran bertajuk "Garuda International Islamic Expo ke-6.
Amphuri mengatakan, semakin banyak perusahaan berbagai sektor seperti perbankan yang memberi hadiah umrah kepada konsumennya.
"Kami perkirakan tahun ini jemaah umrah mencapai 200 ribu," kata pengusaha haji dan umrah ini.
Sebelumnya Dirut PT Garuda Indonesia Tbk Emirsyah Satar yang juga turut dalam pameran itu, menargetkan pertumbuhan penumpang umrah tahun 2011 sedikitnya 20 persen.
"Minimal ada pertumbuhan 20 persen dari 90 ribu pada tahun 2010 menjadi 110 ribu penumpang jamaah umroh tahun 2011 ini," katanya menjawab pers usai pembukaan.
Emirsyah menyebut, trafik penumpang Indonesia-Timur Tengah per tahun sekitar 1,4 juta orang, dan dari jumlah itu didominasi pasar Tenaga Kerja Indonesia, umroh ke Tanah Suci Mekkah dan pariwisata.
"Kami berkomitmen untuk pasar umroh ini akan terus meningkatkan layanan. Untuk tahun ini, pesawatnya akan kami ganti dari B747-400 ke pesawat baru B777-300ER," katanya.(*)
"Masyarakat berumrah paling tidak bisa mengenal lebih dekat (tanah suci), khususnya bagi yang ingin berhaji karena waiting list (daftar tunggu) jemaah haji semakin tinggi," ujar Fuad Hasan pada pameran bertajuk "Garuda International Islamic Expo ke-6.
Amphuri mengatakan, semakin banyak perusahaan berbagai sektor seperti perbankan yang memberi hadiah umrah kepada konsumennya.
"Kami perkirakan tahun ini jemaah umrah mencapai 200 ribu," kata pengusaha haji dan umrah ini.
Sebelumnya Dirut PT Garuda Indonesia Tbk Emirsyah Satar yang juga turut dalam pameran itu, menargetkan pertumbuhan penumpang umrah tahun 2011 sedikitnya 20 persen.
"Minimal ada pertumbuhan 20 persen dari 90 ribu pada tahun 2010 menjadi 110 ribu penumpang jamaah umroh tahun 2011 ini," katanya menjawab pers usai pembukaan.
Emirsyah menyebut, trafik penumpang Indonesia-Timur Tengah per tahun sekitar 1,4 juta orang, dan dari jumlah itu didominasi pasar Tenaga Kerja Indonesia, umroh ke Tanah Suci Mekkah dan pariwisata.
"Kami berkomitmen untuk pasar umroh ini akan terus meningkatkan layanan. Untuk tahun ini, pesawatnya akan kami ganti dari B747-400 ke pesawat baru B777-300ER," katanya.(*)
Sabtu, 05 Februari 2011
Himpuh Adakan Pameran Wisata Umrah dan Haji 2011
Himpuh Gelar Pameran Wisata Umrah dan Haji
JAKARTA (SINDO) – Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) akan mengundang sekurangnya 75 hotel, agen perjalanan, maskapai penerbangan, dan badan pariwisata negara-negara Timur Tengah (Timteng) ke Indonesia.
Mereka akan mengikuti pameran perjalanan umrah dan haji yang dikemas dalam acara The 2ndUmrah, Hajj, & Tourism International Fair 2011pada 7–8 Februari di Hotel Grand Melia. “Kami berharap terjadi banyak kontrak kerja sama antara anggota Himpuh dengan para pemangku kegiatan wisata bagi kaum muslim yang merupakan paket perjalanan umrah dan haji,” kata Ketua Umum Himpuh H Baluki Ahmad di Jakarta kemarin. Menurut Baluki, setelah terjalin kontrak, para anggota Himpuh bisa menawarkan paket wisata rohani dalam bentuk umrah, haji maupun kunjungan ke sejumlah negara Islam. Selain Arab Saudi, juga ada Yordania dan Palestina.
“Sebetulnya Mesir juga, tapi saat ini sedang tidak memungkinkan kita kunjungi,” kata Baluki. Wakil Sekjen Himpuh Muhammad Hasan menambahkan, tahun ini Himpuh menargetkan bisa memberangkatkan sekurangnya 200.000 orang, lebih banyak dari 2009 yang mencapai 175.000 orang. “Per paket perjalanan ratarata USD1.500 hingga USD3.000 per orang,” kata Hasan. Saat ini, anggota Himpuh mencapai 217 agen yang juga anggota Asita.
Disinggung perihal berapa banyak rata-rata anggota Himpuh dapat menggaet wisatawan rohani tersebut, Hasan menyebutkan bervariasi. (andi setiawan)
JAKARTA (SINDO) – Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) akan mengundang sekurangnya 75 hotel, agen perjalanan, maskapai penerbangan, dan badan pariwisata negara-negara Timur Tengah (Timteng) ke Indonesia.
Mereka akan mengikuti pameran perjalanan umrah dan haji yang dikemas dalam acara The 2ndUmrah, Hajj, & Tourism International Fair 2011pada 7–8 Februari di Hotel Grand Melia. “Kami berharap terjadi banyak kontrak kerja sama antara anggota Himpuh dengan para pemangku kegiatan wisata bagi kaum muslim yang merupakan paket perjalanan umrah dan haji,” kata Ketua Umum Himpuh H Baluki Ahmad di Jakarta kemarin. Menurut Baluki, setelah terjalin kontrak, para anggota Himpuh bisa menawarkan paket wisata rohani dalam bentuk umrah, haji maupun kunjungan ke sejumlah negara Islam. Selain Arab Saudi, juga ada Yordania dan Palestina.
“Sebetulnya Mesir juga, tapi saat ini sedang tidak memungkinkan kita kunjungi,” kata Baluki. Wakil Sekjen Himpuh Muhammad Hasan menambahkan, tahun ini Himpuh menargetkan bisa memberangkatkan sekurangnya 200.000 orang, lebih banyak dari 2009 yang mencapai 175.000 orang. “Per paket perjalanan ratarata USD1.500 hingga USD3.000 per orang,” kata Hasan. Saat ini, anggota Himpuh mencapai 217 agen yang juga anggota Asita.
Disinggung perihal berapa banyak rata-rata anggota Himpuh dapat menggaet wisatawan rohani tersebut, Hasan menyebutkan bervariasi. (andi setiawan)
Jumat, 04 Februari 2011
Jamaah Penderita Gangguan Jiwa Meningkat
Sebanyak empat belas orang jamaah haji tercatat mengalami psikosis atau gangguan jiwa saat melakukan ibadah haji di tanah suci Mekah.
Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes RI, Taufik Tjahjadi mengatakan pihaknya sulit melakukan pencegahan karena tidak ada sumber informasi memberitahukan bahwa calon jamaah haji mengalami gangguan jiwa.
"Dalam pemeriksaan mereka ditanya riwayat penyakit, tidak ada yang mengaku pernah gila," kata Taufik saat memberikan keterangan persnya kantor Kemenkes Jakarta, Jumat (4/2/2011).
Taufik mengatakan ada peningkatan jamaah haji yang mengalami gangguan jiwa dari tahun ke tahun. Jamaah haji tersebut tidak sedikit yang menganut keyakinan tertentu membawa barang 'jimat' ke Arab Saudi.
"Dari tahun ke tahun ada, tidak ada tahun tanpa pisikosis, masalahnya ada yang menganut paham-paham tertentu artinya ada sesuatu ada barang yang di bawa," tambahnya.
Untuk pencegahaan pihaknya akan memperkuat pengawasan ditingkat Puskemas dengan melakukan berbagai tes yang dapat diketahui hasilnya secara cepat. Pihaknya saat ini tengah merancang rangkaian tes yang dapat mengantisipasi lolosnya jamaah haji yang mengalami gangguan jiwa.
"Ada semacam tes untuk mngetahui kesehatan kejiwaannya. Tes cepat bisa memberikan sedikit bahwa ini bisa diantipasi," katanya.
Pusat kesehatan haji kementrian haji RI mencatat total jamaah haji yang meninggal saat di Arab Saudi, Embarkasi dan Debarkasi sebanyak 442 jiwa
Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes RI, Taufik Tjahjadi mengatakan pihaknya sulit melakukan pencegahan karena tidak ada sumber informasi memberitahukan bahwa calon jamaah haji mengalami gangguan jiwa.
"Dalam pemeriksaan mereka ditanya riwayat penyakit, tidak ada yang mengaku pernah gila," kata Taufik saat memberikan keterangan persnya kantor Kemenkes Jakarta, Jumat (4/2/2011).
Taufik mengatakan ada peningkatan jamaah haji yang mengalami gangguan jiwa dari tahun ke tahun. Jamaah haji tersebut tidak sedikit yang menganut keyakinan tertentu membawa barang 'jimat' ke Arab Saudi.
"Dari tahun ke tahun ada, tidak ada tahun tanpa pisikosis, masalahnya ada yang menganut paham-paham tertentu artinya ada sesuatu ada barang yang di bawa," tambahnya.
Untuk pencegahaan pihaknya akan memperkuat pengawasan ditingkat Puskemas dengan melakukan berbagai tes yang dapat diketahui hasilnya secara cepat. Pihaknya saat ini tengah merancang rangkaian tes yang dapat mengantisipasi lolosnya jamaah haji yang mengalami gangguan jiwa.
"Ada semacam tes untuk mngetahui kesehatan kejiwaannya. Tes cepat bisa memberikan sedikit bahwa ini bisa diantipasi," katanya.
Pusat kesehatan haji kementrian haji RI mencatat total jamaah haji yang meninggal saat di Arab Saudi, Embarkasi dan Debarkasi sebanyak 442 jiwa
Haji dan Umroh Butuh Dana Rp 15 T
JAKARTA - Penyelenggaraan ibadah haji dan umrah setiap tahunnya memakan dana hampir sebanyak Rp 15 triliun, karenanya penyelenggaraannya harus banyak memberikan kemaslahatan masyarakat.
Demikian diungkapkan oleh Deputi Menko Kesra Agus Hartono saat membuka Garuda Indonesia International Islamic Expo 2011 di Jakarta, Jumat (4/2/2011).
"Penyelenggaraan haji dan umrah sudah seharusnya memberikan kemaslahatan bagi masyarakat," kata Agus.
Setiap tahunnya, penyelenggaraan haji melibatkan sebanyak lebih dari 200 ribu jamaah, sedangkan untuk umrah tidak kurang dari 160 ribu jamaah. Penyelenggaraan ini juga melibatkan ribuan perusahaan, baik penyelenggara perjalanan maupun pendukungnya.
Agus juga meminta agar perusahaan penyelenggara perjalanan haji dan umrah untuk bersaing secara sehat dengan perusahaan-perusahaan lain, sehingga tetap mengedepankan layanan yang baik.
"Momen ini juga melibatkan banyak tenaga kerja, diharapkan bisa terus menyerap tenaga kerja," ujarnya.
Demikian diungkapkan oleh Deputi Menko Kesra Agus Hartono saat membuka Garuda Indonesia International Islamic Expo 2011 di Jakarta, Jumat (4/2/2011).
"Penyelenggaraan haji dan umrah sudah seharusnya memberikan kemaslahatan bagi masyarakat," kata Agus.
Setiap tahunnya, penyelenggaraan haji melibatkan sebanyak lebih dari 200 ribu jamaah, sedangkan untuk umrah tidak kurang dari 160 ribu jamaah. Penyelenggaraan ini juga melibatkan ribuan perusahaan, baik penyelenggara perjalanan maupun pendukungnya.
Agus juga meminta agar perusahaan penyelenggara perjalanan haji dan umrah untuk bersaing secara sehat dengan perusahaan-perusahaan lain, sehingga tetap mengedepankan layanan yang baik.
"Momen ini juga melibatkan banyak tenaga kerja, diharapkan bisa terus menyerap tenaga kerja," ujarnya.
Kamis, 03 Februari 2011
Tata Kelola Pelayanan Haji Perlu Ditingkatkan
DPR mendukung langkah pemerintah mengajukan penambahan kuota jamaah haji Indonesia.Namun,tata kelola penyelenggaraan haji juga perlu terus ditingkatkan,terutama dari sisi pelayanan jamaah.
Anggota Komisi VIII Jazuli Juwaini mengatakan, sejauh ini pengelolaan ibadah haji oleh pemerintah cukup baik, tapi masih perlu perbaikan pelayanan.Apalagi jika penambahan kuota sebesar 17.000 jamaah dipenuhi Pemerintah Arab Saudi. ”Penambahan kuota tidak serta-merta kita yang menambah. Itu merupakan kewenangan Pemerintah Arab Saudi. Kita apresiasi kerja keras pemerintah, tapi kita minta peningkatan pelayanan,” ujarnya saat dihubungi SINDOtadi malam.
Menurut Jazuli,perbaikan pelayanan yang dimaksud meliputi pemondokan sebisa mungkin berada di Ring I atau sekitar 2.000 meter dari Masjidilharam sampai 100%. Selanjutnya perbaikan pelayanan katering yang dianggap masih menimbulkan masalah. Menurut Jazuli, pemerintah harus tegas dan selektif dalam memilih perusahaan katering bagi jamaah haji sehingga peristiwa seperti di Madinah beberapa tahun lalu tidak terulang kembali.
”Harus lebih selektif, masakannya bagaimana dan sebagainya,”ucapnya. Selain itu, perlu perjanjian yang lebih detil dengan Pemerintah Arab Saudi terkait fasilitas yang akan diberikan termasuk pelayanan dalam maskapai penerbangan. Anggota Fraksi PKS ini mengatakan,pelayanan keberangkatan oleh maskapai penerbangan perlu dilakukan secara terbuka melalui mekanisme tender. Dia mengakui, peningkatan pelayanan bagi jamaah haji dapat berdampak pada Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).
Meski demikian, hal itu dapat dibicarakan dalam Panitia Kerja (Panja) DPR. ”Secara prinsip selama peningkatan itu untuk kepentingan jamaah haji,itu yang kita inginkan. Selama tidak memberatkan jamaah,” ucapnya. Sementara itu, Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan, untuk musim haji tahun ini, pemerintah sedang mengupayakan penambahan kuota sebanyak 17.000.
“Kami akan mengajukan tambahan kepada Pemerintah Arab Saudi dengan harapan minimum 17.000 bisa dipenuhi tambahannya, minimum,”ujar Suryadharma sebelum menghadiri sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Rabu (2/2). Bila kuota 17.000 ini dikabulkan Pemerintah Arab Saudi,kuota haji Indonesia akan mencapai 238.000 jamaah. Jumlah ini setara mendekati jumlah ideal yang perbandingannya adalah seperseribu dari jumlah penduduk.
“238.000 itu sudah setara dengan aturan jumlah penduduk suatu negara yang satu per seribu. (jumlah penduduk).Kita kan 237,8 juta kita bulatkan menjadi 238 juta, jadi itu memang layaknya 238.000. Dengan demikian, kita harapkan minimum ada pertambahan 17 ribu,”ujarnya. Ketua Umum PPP tersebut berharap penambahan kuota untuk musim haji tahun besar bisa melebihi dari target pemerintah.
Dengan demikian, antrean daftar calon haji Indonesia bisa diperpendek. Sebagai catatan, karena minimnya kuota,calon haji Indonesia harus menunggu hingga 10 tahun untuk dapat menunaikan ibadah haji. “Pada provinsi-provinsi tertentu yang 11 tahun, 10 tahun,dan Sembilan tahun bisa kita perpendek gitu,”ungkapnya. Dia menambahkan, pihaknya akan mengajukan penambahan kuota ini pada Februari atau Maret mendatang sehingga pada kepastiannya bisa diperoleh secepat mungkin.
Namun, dia belum bisa merinci dari kuota tambahan 17.000 yang sedang diusulkan ini berapakah pembagian jumlah kuota haji reguler dan khusus.Tahun lalu Indonesia mendapat tambahan kuota 10.000 dan dari jumlah sebanyak itu didistribusikan 3.500 untuk haji reguler dan sisanya atau 6.500 untuk haji khusus.
Anggota Komisi VIII Jazuli Juwaini mengatakan, sejauh ini pengelolaan ibadah haji oleh pemerintah cukup baik, tapi masih perlu perbaikan pelayanan.Apalagi jika penambahan kuota sebesar 17.000 jamaah dipenuhi Pemerintah Arab Saudi. ”Penambahan kuota tidak serta-merta kita yang menambah. Itu merupakan kewenangan Pemerintah Arab Saudi. Kita apresiasi kerja keras pemerintah, tapi kita minta peningkatan pelayanan,” ujarnya saat dihubungi SINDOtadi malam.
Menurut Jazuli,perbaikan pelayanan yang dimaksud meliputi pemondokan sebisa mungkin berada di Ring I atau sekitar 2.000 meter dari Masjidilharam sampai 100%. Selanjutnya perbaikan pelayanan katering yang dianggap masih menimbulkan masalah. Menurut Jazuli, pemerintah harus tegas dan selektif dalam memilih perusahaan katering bagi jamaah haji sehingga peristiwa seperti di Madinah beberapa tahun lalu tidak terulang kembali.
”Harus lebih selektif, masakannya bagaimana dan sebagainya,”ucapnya. Selain itu, perlu perjanjian yang lebih detil dengan Pemerintah Arab Saudi terkait fasilitas yang akan diberikan termasuk pelayanan dalam maskapai penerbangan. Anggota Fraksi PKS ini mengatakan,pelayanan keberangkatan oleh maskapai penerbangan perlu dilakukan secara terbuka melalui mekanisme tender. Dia mengakui, peningkatan pelayanan bagi jamaah haji dapat berdampak pada Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).
Meski demikian, hal itu dapat dibicarakan dalam Panitia Kerja (Panja) DPR. ”Secara prinsip selama peningkatan itu untuk kepentingan jamaah haji,itu yang kita inginkan. Selama tidak memberatkan jamaah,” ucapnya. Sementara itu, Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan, untuk musim haji tahun ini, pemerintah sedang mengupayakan penambahan kuota sebanyak 17.000.
“Kami akan mengajukan tambahan kepada Pemerintah Arab Saudi dengan harapan minimum 17.000 bisa dipenuhi tambahannya, minimum,”ujar Suryadharma sebelum menghadiri sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Rabu (2/2). Bila kuota 17.000 ini dikabulkan Pemerintah Arab Saudi,kuota haji Indonesia akan mencapai 238.000 jamaah. Jumlah ini setara mendekati jumlah ideal yang perbandingannya adalah seperseribu dari jumlah penduduk.
“238.000 itu sudah setara dengan aturan jumlah penduduk suatu negara yang satu per seribu. (jumlah penduduk).Kita kan 237,8 juta kita bulatkan menjadi 238 juta, jadi itu memang layaknya 238.000. Dengan demikian, kita harapkan minimum ada pertambahan 17 ribu,”ujarnya. Ketua Umum PPP tersebut berharap penambahan kuota untuk musim haji tahun besar bisa melebihi dari target pemerintah.
Dengan demikian, antrean daftar calon haji Indonesia bisa diperpendek. Sebagai catatan, karena minimnya kuota,calon haji Indonesia harus menunggu hingga 10 tahun untuk dapat menunaikan ibadah haji. “Pada provinsi-provinsi tertentu yang 11 tahun, 10 tahun,dan Sembilan tahun bisa kita perpendek gitu,”ungkapnya. Dia menambahkan, pihaknya akan mengajukan penambahan kuota ini pada Februari atau Maret mendatang sehingga pada kepastiannya bisa diperoleh secepat mungkin.
Namun, dia belum bisa merinci dari kuota tambahan 17.000 yang sedang diusulkan ini berapakah pembagian jumlah kuota haji reguler dan khusus.Tahun lalu Indonesia mendapat tambahan kuota 10.000 dan dari jumlah sebanyak itu didistribusikan 3.500 untuk haji reguler dan sisanya atau 6.500 untuk haji khusus.
Langganan:
Postingan (Atom)