VIVAnews - Departemen Agama Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melarang warga Ahmadiyah untuk melaksanakan ibadah haji . Depag menganggap keyakinan mereka terhadap Islam dinilai sesat.
Larangan tersebut sebelumnya disampaikan pemerintah Arab Saudi kepada pemerintah Indonesia. Menurut Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi NTB Lalu Suhaimi Ismi, larangan warga Ahmadiyah menunaikan haji datang dari Saudi Arabia dan bukan dari pemerintah.
"Apa urusannya dengan jama'ah Ahmadiyah. Orang Ahmadiyah tidak boleh naik haji sebelum mereka merubah sikap dan kembali kepada ajaran Islam yang benar,"
Keberadaan jama'ah Ahmadiyah di Nusa Tenggara Barat terutama di Lombok hingga saat ini diakuinya masih ada. Bahkan pihak pemerintah NTB sudah membentuk tim untuk mengajak warga Ahmadiyah itu kembali ke ajaran Islam.
Meski demikian Departemen Agama tidak melakukan proteksi jika ada warga Ahmadiyah yang mendaftar menunaikan haji. "Kalau mereka mengaku-ngaku sama artinya mereka membohongi diri dong.Kita tidak memproteksi mereka karena sifatnya nurani saja," ujarnya.
Dia menambahkan jumlah quota haji untuk NTB tahun ini mencapai 4449 orang. Jumlah itu dinilai masih bisa bertambah. Banyaknya orang yang berangkat haji dari NTB kemungkinan dapat dimanfaatkan oleh jam'ah Ahmadiyah untuk menunaikan haji. Karena itu Departemen Agama tetap akan mengawasinya.
Jumlah pengikut jama'ah Ahmadiyah di Kota Mataram saat ini diperkirakan mencapai 137 orang mereka ditampung di asrama transito Majeluk Mataram. Sebelumnya Gubernur NTB KH. Muhammad Zainul Majdi pernah meminta warga Ahmadiyah merubah sikap mereka
Sumber: http://nasional.vivanews.com/news/read/81686-arab_saudi_larang_warga_ahmadiyah_berhaji
Cheria Wisata menawarkan Paket Wisata Tour untuk ke luar negeri, seperti: Korea Selatan, Jepang, Hongkong, dan Turki. Kita akan melayani Anda, dan keluarga Anda untuk sebaik mungkin. Dan kami juga sudah berpengalaman untuk Paket Wisata Tour ini. Jadi Anda tidak perlu mengkhawatirkan lagi karena kami Cheria Wisata menjamin Anda, yg pasti akan memuaskan dan mengesankan. Kami berlokasi di Mampang, Jakarta Selatan.
Rabu, 09 Februari 2011
Selasa, 08 Februari 2011
Wisata Mesir Sementara Ditutup
KOMPAS.com - Para pengusaha wisata rohani Islam di Indonesia untuk sementara tidak memasukkan Mesir sebagai tujuan wisata menyusul krisis yang terjadi di negara tersebut. "Memang ada beberapa perubahan sejak terjadinya krisis tersebut, dan itu pun bisa diatasi dengan perubahan tempat wisata rohani," kata Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh), H. Baluki Ahmad, di Jakarta, Senin (7/2/2011).
Ditemui di sela pameran "The 2nd Umrah, Hajj, & Tourism International Fair 2011" yang diselenggarakan Himpuh, Bailuki mengatakan, para penyelenggara wisata rohani Islam segera mengubah tujuan wisata begitu terjadi krisis di Mesir.
Beberapa tempat yang menjadi alternatif pengganti adalah ke Yordania dan Palestina. "Perubahan tempat ini juga selalu dikomunikasikan masing-masing penyelenggara ke mereka yang berminat melakukan wisata rohani," katanya.
Penyelenggara wisata rohani biasanya memasukkan Mesir dalam satu paket perjalanan selain beberapa tujuan wisata lainnya.
Berkaitan dengan pelayanan kepada para wisatawan, lanjutnya, pihaknya terus berupaya meningkatkan pelayanan dengan memberikan fasilitas terbaik. "Saat ini kami mengundang sekitar 70 pengusaha hotel, agen perjalanan dan maskapai penerbangan untuk ikut dalam pemeran umrah dan haji," katanya.
Pihaknya berharap terjadi banyak kontrak kerja sama antara anggota Himpuh dengan para pemangku kegiatan wisata bagi kaum muslim yang merupakan paket perjalanan umrah dan haji. Pameran yang akan berlangsung hingga Selasa (8/2/2011) itu akan diakhiri dengan presentasi bisnis dari beberapa pengusaha asal Timur Tengah.
Mengenai kapan wisata umrah mulai diberangkatkan, Bailuki mengatakan, pihaknya berupaya pada Februari ini sudah ada perusahaan yang memberangkatkan wisatawannya meski hingga saat ini pihak Kedutaan Besar Arab Saudi belum membuka layanan visa. "Hingga saat ini, pelayanan visa untuk umrah belum dibuka. Kami juga tidak tahu kenapa karena biasanya sudah dibuka," katanya seraya berharap Kedubes Arab Saudi bisa segera membuka layanan visa umrah.
Ditemui di sela pameran "The 2nd Umrah, Hajj, & Tourism International Fair 2011" yang diselenggarakan Himpuh, Bailuki mengatakan, para penyelenggara wisata rohani Islam segera mengubah tujuan wisata begitu terjadi krisis di Mesir.
Beberapa tempat yang menjadi alternatif pengganti adalah ke Yordania dan Palestina. "Perubahan tempat ini juga selalu dikomunikasikan masing-masing penyelenggara ke mereka yang berminat melakukan wisata rohani," katanya.
Penyelenggara wisata rohani biasanya memasukkan Mesir dalam satu paket perjalanan selain beberapa tujuan wisata lainnya.
Berkaitan dengan pelayanan kepada para wisatawan, lanjutnya, pihaknya terus berupaya meningkatkan pelayanan dengan memberikan fasilitas terbaik. "Saat ini kami mengundang sekitar 70 pengusaha hotel, agen perjalanan dan maskapai penerbangan untuk ikut dalam pemeran umrah dan haji," katanya.
Pihaknya berharap terjadi banyak kontrak kerja sama antara anggota Himpuh dengan para pemangku kegiatan wisata bagi kaum muslim yang merupakan paket perjalanan umrah dan haji. Pameran yang akan berlangsung hingga Selasa (8/2/2011) itu akan diakhiri dengan presentasi bisnis dari beberapa pengusaha asal Timur Tengah.
Mengenai kapan wisata umrah mulai diberangkatkan, Bailuki mengatakan, pihaknya berupaya pada Februari ini sudah ada perusahaan yang memberangkatkan wisatawannya meski hingga saat ini pihak Kedutaan Besar Arab Saudi belum membuka layanan visa. "Hingga saat ini, pelayanan visa untuk umrah belum dibuka. Kami juga tidak tahu kenapa karena biasanya sudah dibuka," katanya seraya berharap Kedubes Arab Saudi bisa segera membuka layanan visa umrah.
Senin, 07 Februari 2011
Krisis Mesir Tak Ganggu Bisnis Wisata dan Umrah
Krisis politik di Mesir membuat agen biro perjalanan wisata dan umrah terpaksa membatalkan jadwal perjalanan ke negara tersebut. Namun secara umum, krisis Mesir tak mengganggu bisnis umrah dan wisata di Indonesia.
"Mesirkan hanya salah satu tujuan wisata saja. Jadi apa yang terjadi di Mesir tidak berpengaruh besar," kata Ketua Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh), Baluki Ahmad.
Hal tersebut disampaikan Baluki di sela-sela acara "‘The 2nd Umrah, Hajj, & Tourism International Fair 2011" di Hotel Grand Melia, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (7/2/2011).
Baluki mengakui ada sejumlah rencana perjalanan ke Mesir yang sudah terjadwal terpaksa dibatalkan. Namun hal itu tak menimbulkan persoalan yang berarti. "Kita alihkan ke Yordan, Turki, dan sebagainya. Para peserta tidak masalah," ujar Baluki.
Menyinggung ‘The 2nd Umrah, Hajj, & Tourism International Fair 2011 pada 7-8 Februari 2011, Baluki menjelaskan acara ini diikuti 75 pemangku kegiatan perjalanan rohani muslim di negara-negara Islam seperti Arab Saudi, Yordania, Turki, Abudabi, Maroko, Palestina, dan lain-lain.
Menurutnya, para pemangku kegiatan perjalanan rohani muslim adalah kalangan perhotelan, maskapai penerbangan, Biro atau Badan Wisata, agen perjalanan lokal, dan sebagainya. Biasanya, perjalanan rohani muslim dikaitkan dengan ibadah umrah dan haji dilanjutkan wisata ke tempat-tempat bersejarah di negara-negara Islam selain Arab Saudi.
"Sebenarnya Mesir juga menjadi tujuan wisata rohani, tapi untuk sementara tidak memungkinkan karena situasi dalam negeri itu sedang bergejolak," ungkap Baluki.
Dari pameran ini Baluki berharap terjadi kontrak kerjasama B to B antara agen perjalanan umrah dan haji di Indonesia, khususnya anggota Himpuh dengan peserta pameran untuk menyelenggarakan perjalanan rohani muslim.
"Setelah itu barulah agen perjalanan di Indonesia dapat menjual atau menawarkan paket perjalanan rohani muslim ke masyarakat di seluruh penjuru Indonesia," kata Baluki.
Saat ini jumlah anggota Himpuh sebanyak 217 agen perjalanan. Untuk tahun 2011, Himpuh menargetkan bisa memberangkatkan 200.000 orang, baik umrah maupun haji. Tahun 2009, agen perjalanan anggota Himpuh berhasil memberangkatkan 175.000 orang. Per paket perjalanan biayanya antara US$ 1.500 hingga US$ 3.000 per orang.
"Khusus musim haji tahun lalu, pemerintah Indonesia memberikan jatah atau kuota bagi agen perjalanan Indonesia sebanyak 23.500 orang. Agen-agen itulah yang menyelenggarakan Ongkos Naik Haji (ONH) Plus," tutupnya.
"Mesirkan hanya salah satu tujuan wisata saja. Jadi apa yang terjadi di Mesir tidak berpengaruh besar," kata Ketua Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh), Baluki Ahmad.
Hal tersebut disampaikan Baluki di sela-sela acara "‘The 2nd Umrah, Hajj, & Tourism International Fair 2011" di Hotel Grand Melia, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (7/2/2011).
Baluki mengakui ada sejumlah rencana perjalanan ke Mesir yang sudah terjadwal terpaksa dibatalkan. Namun hal itu tak menimbulkan persoalan yang berarti. "Kita alihkan ke Yordan, Turki, dan sebagainya. Para peserta tidak masalah," ujar Baluki.
Menyinggung ‘The 2nd Umrah, Hajj, & Tourism International Fair 2011 pada 7-8 Februari 2011, Baluki menjelaskan acara ini diikuti 75 pemangku kegiatan perjalanan rohani muslim di negara-negara Islam seperti Arab Saudi, Yordania, Turki, Abudabi, Maroko, Palestina, dan lain-lain.
Menurutnya, para pemangku kegiatan perjalanan rohani muslim adalah kalangan perhotelan, maskapai penerbangan, Biro atau Badan Wisata, agen perjalanan lokal, dan sebagainya. Biasanya, perjalanan rohani muslim dikaitkan dengan ibadah umrah dan haji dilanjutkan wisata ke tempat-tempat bersejarah di negara-negara Islam selain Arab Saudi.
"Sebenarnya Mesir juga menjadi tujuan wisata rohani, tapi untuk sementara tidak memungkinkan karena situasi dalam negeri itu sedang bergejolak," ungkap Baluki.
Dari pameran ini Baluki berharap terjadi kontrak kerjasama B to B antara agen perjalanan umrah dan haji di Indonesia, khususnya anggota Himpuh dengan peserta pameran untuk menyelenggarakan perjalanan rohani muslim.
"Setelah itu barulah agen perjalanan di Indonesia dapat menjual atau menawarkan paket perjalanan rohani muslim ke masyarakat di seluruh penjuru Indonesia," kata Baluki.
Saat ini jumlah anggota Himpuh sebanyak 217 agen perjalanan. Untuk tahun 2011, Himpuh menargetkan bisa memberangkatkan 200.000 orang, baik umrah maupun haji. Tahun 2009, agen perjalanan anggota Himpuh berhasil memberangkatkan 175.000 orang. Per paket perjalanan biayanya antara US$ 1.500 hingga US$ 3.000 per orang.
"Khusus musim haji tahun lalu, pemerintah Indonesia memberikan jatah atau kuota bagi agen perjalanan Indonesia sebanyak 23.500 orang. Agen-agen itulah yang menyelenggarakan Ongkos Naik Haji (ONH) Plus," tutupnya.
Minggu, 06 Februari 2011
Animo Masyarakat untuk Pergi Umrah Meningkat
Animo masyarakat Indonesia untuk menunaikan ibadah umrah tahun ini diperkirakan meningkat menjadi 200 ribu orang, dibanding tahun 2010 sebanyak 160 ribu orang.
"Masyarakat berumrah paling tidak bisa mengenal lebih dekat (tanah suci), khususnya bagi yang ingin berhaji karena waiting list (daftar tunggu) jemaah haji semakin tinggi," ujar Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Umrah dan Haji Republik Indonesia (AMPHURI) Fuad Hasan Masyhur di sela pameran Garuda International Islamic Expo ke-6, Minggu (6/2).
Pada pameran yang dibuka Deputi Menko Kesra Agus Sartono didampingi Dirut PT Garuda Indonesia Tbk, Emirsyah Satar, itu Amphuri mengatakan, semakin banyak perusahaan-perusahaan baik berbagai sektor seperti perbankan yang memberi hadiah kepada pemenang berupa hadiah umrah.
"Kami perkirakan tahun ini jemaah umrah mencapai 200 ribu," kata pengusaha haji dan umrah ini.
Sementara sebelumnya Emirsyah Satar menyatakan, pihaknya menargetkan pertumbuhan penumpang umrah tahun 2011 ini tumbuh sedikitnya 20%n. "Minimal ada pertumbuhan 20 persen dari 90 ribu pada tahun 2010 menjadi 110ribu penumpang jamaah umroh tahun 2011 ini," katanya.
Emirsyah menyebut, trafik penumpang Indonesia-Timur Tengah per tahun sekitar 1,4 juta orang, dan dari jumlah itu didominasi oleh pasar Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan umrah ke Tanah Suci Mekkah serta pariwisata.
"Kami berkomitmen untuk pasar umrah ini akan terus meningkatkan layanan. Untuk tahun ini, pesawatnya akan kami ganti dari B747-400 ke pesawat baru B777-300ER," katanya.
Emirsyah juga menegaskan, pihaknya optimistis mampu meningkatkan pangsa pasar umrah dan pariwisata Islami ke Timur Tengah.
"Melalui komitmen dan dukungan pameran semacam ini, kami berharap pasar long weekend tak hanya wisata biasa ke sejumlah kota di Asia, tetapi juga umrah juga. Saya melihat ada tren ke situ (umrah weekend)," katanya.
Oleh karena itu, Emirsyah tidak menafikan, persaingan angkutan udara di jalur ini makin ketat. "Kompetisi itu baik karena ujungnya adalah optimalisasi pelayanan kepada penumpang," katanya.
Sementara itu, terkait dengan pelaksanaan expo yang berlangsung pada 4-6 Februari 2011 itu, Emirsyah mengatakan, pihaknya menargetkan penjualan Rp20 miliar. (Ant/OL-3)
"Masyarakat berumrah paling tidak bisa mengenal lebih dekat (tanah suci), khususnya bagi yang ingin berhaji karena waiting list (daftar tunggu) jemaah haji semakin tinggi," ujar Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Umrah dan Haji Republik Indonesia (AMPHURI) Fuad Hasan Masyhur di sela pameran Garuda International Islamic Expo ke-6, Minggu (6/2).
Pada pameran yang dibuka Deputi Menko Kesra Agus Sartono didampingi Dirut PT Garuda Indonesia Tbk, Emirsyah Satar, itu Amphuri mengatakan, semakin banyak perusahaan-perusahaan baik berbagai sektor seperti perbankan yang memberi hadiah kepada pemenang berupa hadiah umrah.
"Kami perkirakan tahun ini jemaah umrah mencapai 200 ribu," kata pengusaha haji dan umrah ini.
Sementara sebelumnya Emirsyah Satar menyatakan, pihaknya menargetkan pertumbuhan penumpang umrah tahun 2011 ini tumbuh sedikitnya 20%n. "Minimal ada pertumbuhan 20 persen dari 90 ribu pada tahun 2010 menjadi 110ribu penumpang jamaah umroh tahun 2011 ini," katanya.
Emirsyah menyebut, trafik penumpang Indonesia-Timur Tengah per tahun sekitar 1,4 juta orang, dan dari jumlah itu didominasi oleh pasar Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan umrah ke Tanah Suci Mekkah serta pariwisata.
"Kami berkomitmen untuk pasar umrah ini akan terus meningkatkan layanan. Untuk tahun ini, pesawatnya akan kami ganti dari B747-400 ke pesawat baru B777-300ER," katanya.
Emirsyah juga menegaskan, pihaknya optimistis mampu meningkatkan pangsa pasar umrah dan pariwisata Islami ke Timur Tengah.
"Melalui komitmen dan dukungan pameran semacam ini, kami berharap pasar long weekend tak hanya wisata biasa ke sejumlah kota di Asia, tetapi juga umrah juga. Saya melihat ada tren ke situ (umrah weekend)," katanya.
Oleh karena itu, Emirsyah tidak menafikan, persaingan angkutan udara di jalur ini makin ketat. "Kompetisi itu baik karena ujungnya adalah optimalisasi pelayanan kepada penumpang," katanya.
Sementara itu, terkait dengan pelaksanaan expo yang berlangsung pada 4-6 Februari 2011 itu, Emirsyah mengatakan, pihaknya menargetkan penjualan Rp20 miliar. (Ant/OL-3)
200 Ribu Jamaah Berangkat Umroh Tahun 2011
Jakarta (ANTARA News) - Animo masyarakat untuk menunaikan ibadah umroh tahun ini diperkirakan meningkat menjadi 200 ribu orang, dibanding 160 ribu orang pada 2010, kata Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Umrah dan Haji Republik Indonesia (AMPHURI) Fuad Hasan Masyhur di Jakarta, Minggu.
"Masyarakat berumrah paling tidak bisa mengenal lebih dekat (tanah suci), khususnya bagi yang ingin berhaji karena waiting list (daftar tunggu) jemaah haji semakin tinggi," ujar Fuad Hasan pada pameran bertajuk "Garuda International Islamic Expo ke-6.
Amphuri mengatakan, semakin banyak perusahaan berbagai sektor seperti perbankan yang memberi hadiah umrah kepada konsumennya.
"Kami perkirakan tahun ini jemaah umrah mencapai 200 ribu," kata pengusaha haji dan umrah ini.
Sebelumnya Dirut PT Garuda Indonesia Tbk Emirsyah Satar yang juga turut dalam pameran itu, menargetkan pertumbuhan penumpang umrah tahun 2011 sedikitnya 20 persen.
"Minimal ada pertumbuhan 20 persen dari 90 ribu pada tahun 2010 menjadi 110 ribu penumpang jamaah umroh tahun 2011 ini," katanya menjawab pers usai pembukaan.
Emirsyah menyebut, trafik penumpang Indonesia-Timur Tengah per tahun sekitar 1,4 juta orang, dan dari jumlah itu didominasi pasar Tenaga Kerja Indonesia, umroh ke Tanah Suci Mekkah dan pariwisata.
"Kami berkomitmen untuk pasar umroh ini akan terus meningkatkan layanan. Untuk tahun ini, pesawatnya akan kami ganti dari B747-400 ke pesawat baru B777-300ER," katanya.(*)
"Masyarakat berumrah paling tidak bisa mengenal lebih dekat (tanah suci), khususnya bagi yang ingin berhaji karena waiting list (daftar tunggu) jemaah haji semakin tinggi," ujar Fuad Hasan pada pameran bertajuk "Garuda International Islamic Expo ke-6.
Amphuri mengatakan, semakin banyak perusahaan berbagai sektor seperti perbankan yang memberi hadiah umrah kepada konsumennya.
"Kami perkirakan tahun ini jemaah umrah mencapai 200 ribu," kata pengusaha haji dan umrah ini.
Sebelumnya Dirut PT Garuda Indonesia Tbk Emirsyah Satar yang juga turut dalam pameran itu, menargetkan pertumbuhan penumpang umrah tahun 2011 sedikitnya 20 persen.
"Minimal ada pertumbuhan 20 persen dari 90 ribu pada tahun 2010 menjadi 110 ribu penumpang jamaah umroh tahun 2011 ini," katanya menjawab pers usai pembukaan.
Emirsyah menyebut, trafik penumpang Indonesia-Timur Tengah per tahun sekitar 1,4 juta orang, dan dari jumlah itu didominasi pasar Tenaga Kerja Indonesia, umroh ke Tanah Suci Mekkah dan pariwisata.
"Kami berkomitmen untuk pasar umroh ini akan terus meningkatkan layanan. Untuk tahun ini, pesawatnya akan kami ganti dari B747-400 ke pesawat baru B777-300ER," katanya.(*)
Sabtu, 05 Februari 2011
Himpuh Adakan Pameran Wisata Umrah dan Haji 2011
Himpuh Gelar Pameran Wisata Umrah dan Haji
JAKARTA (SINDO) – Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) akan mengundang sekurangnya 75 hotel, agen perjalanan, maskapai penerbangan, dan badan pariwisata negara-negara Timur Tengah (Timteng) ke Indonesia.
Mereka akan mengikuti pameran perjalanan umrah dan haji yang dikemas dalam acara The 2ndUmrah, Hajj, & Tourism International Fair 2011pada 7–8 Februari di Hotel Grand Melia. “Kami berharap terjadi banyak kontrak kerja sama antara anggota Himpuh dengan para pemangku kegiatan wisata bagi kaum muslim yang merupakan paket perjalanan umrah dan haji,” kata Ketua Umum Himpuh H Baluki Ahmad di Jakarta kemarin. Menurut Baluki, setelah terjalin kontrak, para anggota Himpuh bisa menawarkan paket wisata rohani dalam bentuk umrah, haji maupun kunjungan ke sejumlah negara Islam. Selain Arab Saudi, juga ada Yordania dan Palestina.
“Sebetulnya Mesir juga, tapi saat ini sedang tidak memungkinkan kita kunjungi,” kata Baluki. Wakil Sekjen Himpuh Muhammad Hasan menambahkan, tahun ini Himpuh menargetkan bisa memberangkatkan sekurangnya 200.000 orang, lebih banyak dari 2009 yang mencapai 175.000 orang. “Per paket perjalanan ratarata USD1.500 hingga USD3.000 per orang,” kata Hasan. Saat ini, anggota Himpuh mencapai 217 agen yang juga anggota Asita.
Disinggung perihal berapa banyak rata-rata anggota Himpuh dapat menggaet wisatawan rohani tersebut, Hasan menyebutkan bervariasi. (andi setiawan)
JAKARTA (SINDO) – Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) akan mengundang sekurangnya 75 hotel, agen perjalanan, maskapai penerbangan, dan badan pariwisata negara-negara Timur Tengah (Timteng) ke Indonesia.
Mereka akan mengikuti pameran perjalanan umrah dan haji yang dikemas dalam acara The 2ndUmrah, Hajj, & Tourism International Fair 2011pada 7–8 Februari di Hotel Grand Melia. “Kami berharap terjadi banyak kontrak kerja sama antara anggota Himpuh dengan para pemangku kegiatan wisata bagi kaum muslim yang merupakan paket perjalanan umrah dan haji,” kata Ketua Umum Himpuh H Baluki Ahmad di Jakarta kemarin. Menurut Baluki, setelah terjalin kontrak, para anggota Himpuh bisa menawarkan paket wisata rohani dalam bentuk umrah, haji maupun kunjungan ke sejumlah negara Islam. Selain Arab Saudi, juga ada Yordania dan Palestina.
“Sebetulnya Mesir juga, tapi saat ini sedang tidak memungkinkan kita kunjungi,” kata Baluki. Wakil Sekjen Himpuh Muhammad Hasan menambahkan, tahun ini Himpuh menargetkan bisa memberangkatkan sekurangnya 200.000 orang, lebih banyak dari 2009 yang mencapai 175.000 orang. “Per paket perjalanan ratarata USD1.500 hingga USD3.000 per orang,” kata Hasan. Saat ini, anggota Himpuh mencapai 217 agen yang juga anggota Asita.
Disinggung perihal berapa banyak rata-rata anggota Himpuh dapat menggaet wisatawan rohani tersebut, Hasan menyebutkan bervariasi. (andi setiawan)
Jumat, 04 Februari 2011
Jamaah Penderita Gangguan Jiwa Meningkat
Sebanyak empat belas orang jamaah haji tercatat mengalami psikosis atau gangguan jiwa saat melakukan ibadah haji di tanah suci Mekah.
Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes RI, Taufik Tjahjadi mengatakan pihaknya sulit melakukan pencegahan karena tidak ada sumber informasi memberitahukan bahwa calon jamaah haji mengalami gangguan jiwa.
"Dalam pemeriksaan mereka ditanya riwayat penyakit, tidak ada yang mengaku pernah gila," kata Taufik saat memberikan keterangan persnya kantor Kemenkes Jakarta, Jumat (4/2/2011).
Taufik mengatakan ada peningkatan jamaah haji yang mengalami gangguan jiwa dari tahun ke tahun. Jamaah haji tersebut tidak sedikit yang menganut keyakinan tertentu membawa barang 'jimat' ke Arab Saudi.
"Dari tahun ke tahun ada, tidak ada tahun tanpa pisikosis, masalahnya ada yang menganut paham-paham tertentu artinya ada sesuatu ada barang yang di bawa," tambahnya.
Untuk pencegahaan pihaknya akan memperkuat pengawasan ditingkat Puskemas dengan melakukan berbagai tes yang dapat diketahui hasilnya secara cepat. Pihaknya saat ini tengah merancang rangkaian tes yang dapat mengantisipasi lolosnya jamaah haji yang mengalami gangguan jiwa.
"Ada semacam tes untuk mngetahui kesehatan kejiwaannya. Tes cepat bisa memberikan sedikit bahwa ini bisa diantipasi," katanya.
Pusat kesehatan haji kementrian haji RI mencatat total jamaah haji yang meninggal saat di Arab Saudi, Embarkasi dan Debarkasi sebanyak 442 jiwa
Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes RI, Taufik Tjahjadi mengatakan pihaknya sulit melakukan pencegahan karena tidak ada sumber informasi memberitahukan bahwa calon jamaah haji mengalami gangguan jiwa.
"Dalam pemeriksaan mereka ditanya riwayat penyakit, tidak ada yang mengaku pernah gila," kata Taufik saat memberikan keterangan persnya kantor Kemenkes Jakarta, Jumat (4/2/2011).
Taufik mengatakan ada peningkatan jamaah haji yang mengalami gangguan jiwa dari tahun ke tahun. Jamaah haji tersebut tidak sedikit yang menganut keyakinan tertentu membawa barang 'jimat' ke Arab Saudi.
"Dari tahun ke tahun ada, tidak ada tahun tanpa pisikosis, masalahnya ada yang menganut paham-paham tertentu artinya ada sesuatu ada barang yang di bawa," tambahnya.
Untuk pencegahaan pihaknya akan memperkuat pengawasan ditingkat Puskemas dengan melakukan berbagai tes yang dapat diketahui hasilnya secara cepat. Pihaknya saat ini tengah merancang rangkaian tes yang dapat mengantisipasi lolosnya jamaah haji yang mengalami gangguan jiwa.
"Ada semacam tes untuk mngetahui kesehatan kejiwaannya. Tes cepat bisa memberikan sedikit bahwa ini bisa diantipasi," katanya.
Pusat kesehatan haji kementrian haji RI mencatat total jamaah haji yang meninggal saat di Arab Saudi, Embarkasi dan Debarkasi sebanyak 442 jiwa
Langganan:
Postingan (Atom)